Pendidikan Kecakapan Hidup
1. Pendidikan sebagai kebutuhan
Maju tidaknya suatu bangsa sangat tergantung pada pendidikanbangsa tersebut.
Mulyasana (2011 : 15) delapan fungsi pendidikan.
a. Menumbuhkan kesadaran hidup.
b. Membantu penyesesuaian diri dengan perubahan dan sesuatu yang baru.
c. Membantu melepaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan.
d. Membantu pembentukan jati diri.
e. Membantu memecahkan kesenjangan hidup di tengah perubahan.
f. Membantu memahami arti dan hakekat hidup.
g. Membantu proses pematangan kualitas diri.
h. Membantu menumbuhkan akhlaq mulia.
2. Kurikulum sebagai bangunan pendidikan
Kurikulum merupakan sarana bagi tercapainya tujuan pendidikan.
3. Institusi Berbasis Agama
Madrsah, yang juga memuat kurikulum, termasuk dalam sistem pendidikan nasional yang tumbuh dan berkembang dari, oleh dan untuk masyarakat, sudah leebih dahulu menerapkan konsep pendidikan berbasis masyarakat. Mereka membangun madrasah untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka. Hingga saat ini 90 % madrasah adalah milik swasta sisanya berstatus negeri dan kondisisebaliknya untuk sekolah umum.
4. Pentingnya Merumuskan Manajemen Kurikulum Kecakapan Hidup
Fidler (2002 : 72) sembilan faktor untuk meraih manajemen sekolah efektif yaitu : menyampaikan harapan yang tinggi, penekanan akademik, berbagi visi dan tujuan, kepemimpinan yang jelas, SMT yang efektif,konsisten dalam pendekatan, kualitas mengajar, pendidikan berpusat pada siswa dan dukungan orang tua.
Dalam AIM ada beberapa tahapan, Taba (Henson : 1995 : 114 – 116) yaitu menganalisis kebutuhan, merumuskan tujuan, memilih isi, mengelola isi, memilih kegiatan, mengelola aktifitas, mengevaluasi dan memeriksa keseimbangan skuensi. Dalam melaksanakan manajemen kurikulum, menurut Rusman (2009 :4) ada lima prinsip, pertama produktifitas,kedua demokratisasi, ketiga kooperatif,keempat efektifitas dan efisiensi dan kelima mengerahkan visi, misi dan tujuan.
Undang-undang No. 20 tahun 2003 Bab II Pasal 3, Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berimandan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlaq Mulia, Sehat, Berilmu, Cakap, Kreatif, Mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab sesuai dengan Visi Pendidikan Nasional yaitu “ Insan Indonesia Cendekia Cerdas dan Kompetitif” (Rentra Depdiknas, 2007 : 10)
5. Mengkerangkai Penyusunan manajemen Kurikulum Kecakapan Hidup.
Dalam manajemen kurikulum terdapat sistem kurikulum dan sistem pendukung kurikulum antara lain :
a) SDM (guru, siswa, tenaga kependidikan, pustawan dan laboran),
b) keuangan,
c) manajemen lembaga,
d) program pendidikan,
e) struktur dan isi kurikulum,
f) suasana akdemik,
g) kesiswaan,
h) sarana prasarana,
i) sistem informasi.
Tujuan akhirnya adalah cerdas hidup kompetitif bernilai kompleksitas secara berkelanjutan bagi siswa.
6. Beberapa Asumsi dan Pertanyaan
Asumsi dasar, pertama, kurikulum merupakan salah satu aspek yang menentukan mutu pendidikan. Kedua adalah terwujudnya lulusan yang cakap. Ketiga lean innovation. Keempat tegaknya kepemimpinan di tingkat korporasi.
Manajemen adalah menjalankanfungsi perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengendalian menadi suatu kegiatan yang terkait.
Kompetensi merupakan aktualisasi potensi peserta didik melalui pendidikan. Kompetensi adalah keseluruhan pengetahuan (knowledge), amal (skill), nilai dan sikap (attitude) yang direfleksikan dalam berfikir dan bertindak.
Filsafat konstruktivisme bisa diartikan pengetahuan adalah kontruksi (bentukan) kita sendiri. Sukmadinata (2009:10) konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa sejak dilahirkan,anak telah memiliki potensi-potensi, baik potensi untuk berfikir, berbuat, memecahkan masalah, maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. Rakhmat (1997:73) menjelaskan anak mempunyai suatu keinginan alami untuk belajar dan menemukan berbagai hal tentang dunia di sekelilingnya. Strategi lean innovation bisa bisa diartikan dengan cara untuk meraih suatu hasil yang terbaik dan terbangun pengembangan tiada henti untuk mengimbangi perubahan yang terus berlangsung pula di era kompleksitas dan turbulensi.
Sudrajat (2011 : 71) ilmu yang amaliah, amal yang ilmiah dengan berakhlak mulia. Tahapan manajemen strategis yang pertama, mengembangkan pernyataan visi dan misi. Barker (1994 : 79) vision without action is merely dream, action without vision just passes the time, vision with action can change the world.
Visi adalah kemampuan melihat dan memahami untuk berimajinasi dalam persiapan masa yang akan datang. Kedua, analisis strategis adalah analisis perubahan lingkungan internal dan eksternal sebagai bahan untuk merumuskan misi, visi, produk, keunggulan kompetitif, inti kompetensi dan nilai-nilai institusi. Ketiga, formulasi strategi.
Perumusan strategi digunakan untuk menentukan rute yang diempuh organisasi tersebut dalam mencapai visi, misi dan tujuannya. Ada beberapa macam strategi contohnya SWOT (strenghts, weaknes, oppurtunity, threats). Keempat, implementasi strategi. Tahap pelaksanaan David (2005 : 338 – 339) yang perlu diperhatikan yaitu, 1.mengelola kekuatan pada semua hal selama tindakan dilaksanakan, 2.berfokus pada efisiensi, 3. Proses operasional, 4.membutuhkan motivasi khusus dan keahlian kepemimpinan dan, 5.membutuhkan koordinasi diantara banyak individu. Kelima, evaluasi strategi. Digunakan untukmemastikan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Manfaat manajemen strategik ialahmembantu sekolahmemformulasikan strategi yang lebih baik untuk pilihan strategi. Perencanaan strategik adalah proses pemilihan tujuan-tujuan organisasidan menjamin bahwa strategi telah dilaksanakan.
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Untuk perkembangan peserta didik ada beberapa tahapan, Riyanto (2009 :87) perkembangan manusia dari lahir sampai dewasa di bagi tiga fase :
1. 0-7 tahun adalah masa kecil ke masa bermain,
2. 7-14 tahun adalah masa anak belajar,
3. 14-21 tahun adalah masa remaja/pubertas.
Ada sembilan kecerdasan menurut teori MI Gardner :
1. Kecerdasan linguistik,
2. Kecerdasan matematis-logis,
3. Kecerdasan spasial,
4. Kecerdasan kinetis-jasmani,
5. Kecerdasan musikal,
6. Kecerdasan intra-personal,
8. Kecerdasan naturalis dan
9. Kecerdasan eksistensial.
Empat hal kategori yang mempresentasikan gaya belajar masing-masing individu yaitu :
1. Lingkungan (suara, sinar, temperatur dan harian siswa),
2. Emosi (motivasi, tanggung jawab, persistence, struktur),
3. Sosiologis (dirinya sendiri, teman belajar, psangan, tim, kedewasaan),
4. Fisik (kekuatan persepsi, waktu dan mobilitas).
Ada 5 hal prinsip perencanaan dan pengembangan kurikulum :
1. Relevansi (antara tujuan, isi, proses belajar dengan tuntutan, kebutuhan, dan perkembangan masyarakat),
2. Flesibelitas (lentur, kurikulum untuk mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan masa yang akan datang),
3. Kontinuitas (perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan, antar jenjang maupun pekerjaan),
4. Praktis/efisien (mudah dilaksanakan, murah),
5. Efektifitas (berkualitas).
Kurikulum Berbasis Sekolah ada 10 karakteristiknya yaitu:
1. Berpusat pada peserta didik,
2. Pengembangan dan standarisasi kurikulum,
3. Standarisasi isi dan indikator,
4. Standar dikembangkan oleh organisasi profesi,
5. Penyelarasan standarisasi kurikulum dan buku teks,
6. Dokumentasi kerangka kurikulum,
7. Aplikasi standarisasi,
8. Siswa memiliki hak yang sama untuk mengakses keilmuan (no child left behind),
9. Pengembangan teknologi,
10. Pengembangan peserta didik.
Guru yang baik memiliki kemampuan menciptakan suasana yang membelajarkan si pembelajar. Gary dan Margaret (mulyasa, 2007:21) 1. Memiliki kemampuan menciptakan iklim belajar yang kondusif, 2. Kemampuan mengembangkan strategi dan manajemen pembelajaran, 3. Memiliki kemapuan memberikan umpan balik (feedback) dan penguatan (reinforcement), dan 4. Memiliki kemampuan untuk meningkatkan diri.
Tujuh prinsip kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) :
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Pembelajaran berpusat pada peserta didik,
2. Beragam dan berpadu,
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni,
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan,
5. Menyeluruh dan berkesinambungan,
6. Belajar sepanjang hayat,
7. Seimbang antar kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
Konsep dasar kecakapan hidup
Kecakapan bukan hanya sekedar bekerja, kecakapan merupakan kemampuan beradaptasi dan berperilaku positif yang dapat membuat individu untukmenyesuaikan diri secara efektik terhadap tuntutan dan tantangan kehidupan sehari-hari.
Samani (2007:6) kecakapan dibutuhkan untuk menghadapi dan memcahkan problem kehidupan secara arif dan kreatif. Dalam islam juga mencakup keterampilan untuk menjalankan tugas hidupnya sebagai hamba Alloh sekaligus khalifah-Nya. Manusia terdiri dari materi/jasad dan non materi/ruh. Mujib (1993 : 23) Potensi dasar manusia terdiri dari :
a. Bakat dan kecerdasan,
b. Heriditas,
c. Nafsu,
d. Karakter (watak asli),
e. Intuisi (ilham),
f. Insting (Naluri).
Muhaimin (2008:18) fitrah manusia ada 14 macam :
1. Fitrah beragama,
2. Fitrah berakal dan berbudi,
3. Fitrah kebersihan dan kesucian,
4. Fitrah bermoral/berakhlaq,
5. Fitrah kebenaran,
6. Fitrah kemerdekaan,
7. Fitrah keadilan,
8. Fitrah persamaan dan kesatuan,
9. Fitrah individu,
10. Fitrah sosial,
11. Fitrah seksual,
12. Fitrah ekonomi,
13. Fitrah politik,
14. Fitrah seni.
Krurikulum 2004 mengartikan kompetensi merupakan keseluruhan pengetahuan, sikap dan nilai yang dapat direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. UNICEF (2005:2) kecakapan hidup di bagi tiga:
pertama; kecakapan melakukan komunikasi dan hubungan antar personal (1. Berkomunikasi antar personal, 2. Bernegoisasi atau menolak, 3. Membangun empati, 4. Bekerjasama dalam tim, 5. Melakukan pembelaan diri),
kedua; kecakapan mengambil keputusan dan berpikir kritis (1. Menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan, 2. Berpikir kritis),
ketiga; keterampilan meniru dan mengelola diri (1. Meningkatkan kepercayaan diri, 2.mengelola perasaan, 3. Keterampilan mengelola stress.
USBE (Anwar, 2006:42) kecakapan hidup dibagi lima :
1. Belajar sepanjang hidup,
2. Berpikir komplek,
3. Komunikasi yang efektif,
4. Kolaborasi,
5. Mendemonstrasikan diri secara bertanggung jawab.
Secara umum keterampilan kecakapan hidup di bagi menjadi beberapa yaitu:
1. Kecakapan Personal dibagi menjaadi dua:
A. Kesadaran diri (1. Meniru dan mengelola diri sendiri, 2. Meningkatkan pengendalian internal, 3. Kecakapan membangun tujuan, 4. Kecakapan melakukan penilaian, 5. Kecakapan mengelola perasaan, 6. Kecakapan mengelola stress), B. Kecakapan berpikir (1. Kecakapan memproses informasi, 2. Kecakapan daya nalar, 3. Inkuiri, 4. Kreatifitas, 5. Evaluasi) 2. kecakapan Sosial
Tim BBE depdiknas (2003:8) kecakapan sosial meliputi : 1. Kecakapan komunikasi dengan empati (bercerita, mendengarkan orang lain, menuangkan pikiran melalui gambar dan tulisan), 2. Kecakapan bekerja sama (kerja kelompok, gotong royong membersihkan kelas)
3. Kecakapan Akademik UPI (2007:358) kecakapan akademik meliputi ; identifikasi variabel, merumuskan hipotesis, dan melaksanakan penelitian..
4. kecakapan Vokasional Bisa diartikan dengan kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat. Anwarn(2006:31) kecakapan yang di kaitkan dengan bidang kehidupan nyata.
5. Kecakapan Lunak Elfindib (2011:95) sembila jenis kecakapan lunak yaitu : taat beribadah, keterampilan berkomunikasi, terbentuknya sikap tanggung jawab, kejujuran dan tepat waktu, pekerja keras, beranimengambil resiko, terbiasa bekerjakelompok, berketerampilanrumah tangga, dan visioner.
Kurikulum Berbasis Kompetensi
(KBK) Kurikulum Berbasis Life Skill (KBL)
1. Cerdas Kerja 2. Standar 3. Keputusan Hierarkis 4. Kebutuhan Pasar Kerja 5. Sentalistis 6. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Pasar Kerja atau Pemerintah. 7. Teacher Centered 8. Evaluasi sistemik 9. Ujian standar nasional 10. Keseragaman 1. cerdas hidup 2. bebas standar 3. keputusan daribawah 4. kebutuhan peserta didik 5. desentralistik 6. MPMBS (Manajemen Mutu Berbasis Sekolah) 7. Learning Centered ( CTL / Contextual Teaching and Learning) 8. Evaluasi diri 9. Ujian sekolah 10. keragaman
Handayani (2009) delapan indikator materi kecakapan hidup :
1. Decision Making (Kemampuan Membuat Keputusan)
2. Wise use of resources (kemampuan memanfaatkan sumber daya)
3. Communication (komunikasi)
4. Accepting differences (menerima perbedaan)
5. leadership (kepemimpinan)
6. Usefull/maketable (kemampuan menjadi pekerja dan yang dibutuhkan lapangan kerja)
7. Healthy lifestyle choice (kemampuan memilih gaya hidup sehat)
8. Self responsibility (bertanggung jawab pada diri sendiri)
Mengkaji Kurikulum Madrasah
Sylaby (Daulay, 2007:95) Madrasah adalah lembaga pendidikan yang tumbuh setelah masjid.
Standar kompetensi lulusan madrasah aliyah (PERMENDIKNAS No. 22 dan 23 tahun 2006) yaitu :
1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja.
2. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya.
3. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggungjawab atas perilaku, perbuatan dan pekerjaannya.
4. Berpartisipasi dalam menegakkan aturan-aturan sosial.
5. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras dan golongan sosial ekonomi dalam lingkungan global.
6. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif dan inovatif.
7. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif dalam mengambil keputusan.
8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk memperdayakan diri.
9. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
10. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah komplek.
11. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial.
12. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggungjawab.
13. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara demokratis dalam wadah negara kesatuan republik indonesia (NKRI)
14. Mengekpresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
15. Mengekpresikan karya seni dan budaya.
16. Menghsilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok.
17. Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan.
18. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun.
19. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat.
20. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain.
21. Menunjukkan ketrampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis.
22. Menunjukkan ketrampilan menyimak, membaca, menulis dam berbicara dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris.
23. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi.
Manajemen Kurikulum Kecakapan Hidup di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Malang.
Malang dikenal sebagai kota pendidikan karena memiliki sejumlah perguruan tinggi diantaranya : Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Negeri, Akademi Penyuluhan Pertanian, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Kesehatan Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Merdeka Malang, Universitas Gajayana Malang, Universitas Islam Malang, Sekolah Tinggi Informatika dan komputer Indonesia, Universitas Kanjuruan Malang, Universitas Wisnu Wardhana, Institut Teknologi Nasional Malang, STIBA Malang, Univesitas Machung, dan Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN)
Visi MAN Malang I : Mewujudkan Insan Berkualitas dalam IPTEK yang religius dan Humanis.
Misi MAN Malang I : pertama, menumbuhkan semangat belajar untuk mengembangkan IPTEK dan IMTAQ.
Kedua, mengembangkang penelitian untuk mendapatkan gagasan baru yang berorientasi pada masa depan.
Ketiga, mewujudkan kegiatan pembelajaran yang menyenakan, kreatif dan inovatif.
Keempat, menumbuhkembangkan semangat penghayatan dan pengamalan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kelima, mewujudkan warga sekolah yang memiliki kepedulian terhadap diri, lingkungan dan ber-estetika.
Tahap Implementasi Kurikulum :
1. Pendidikan dan Pelatiahan (DIKLAT) bagi pendidik dan tenaga kependidikan. pertama, workshop bagi guru yaitu KTSP, PAIKEM, Pembelajaran Berbasis IT, Pembelajaran program class CI+BI, Penyusunan silabus dan RPP. Kedua, Pustakawan yaitu pengelolaan perpustakaan berbasis IT. Ketiga, Laboran yaitu terkait manajemen laboratorium. Keempat, tenaga kebersihan dan taman terkait dengan perawatan dan kebersihan halaman dan gedung. Kelima, Tenaga keamanan terkait standar pelayanan tamu undangan dan standar pelayanan minimal keamanan madrasah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar