Sabtu, 02 Juni 2012
guru dan pendidikan
Sekolah yang seharusnya mencetak para pemipin bangsa tetapi malah mencetak para preman, yang seharusnya beraadab malah biadab, para siswa yang seharusnya peserta terdidik malah tawuran, apakah yang salah? Siswakah, gurukah, kurikulumkah, atau memang lingkungan
Atau memang pendidikan kita yang salah, kalau kita mencermati pendidikan di negeri kita maka kurikulum dan metode yang di gunakan adalah mencetak mesin yang siap di gunakan untuk memproduksi materi, kecerdasan otak, dan keterampilan.
Kalau kita teliti ada beberpa hal yang perlu di cermati dalam menentukan kualitas pendidikan yaitu tenaga pendidik dalam hal ini adalah guru, siswa dan kurikulum. Dan ada juga yang lain yaitu lingkungan, teman, kenyamanan, dan fasilitas. Tapi yang paling urgen 3 hal di atas yaitu guru, siswa dan kurikulum.
Guru yang saat ini yang paling di cari atau dianggap paling kompeten yaitu yang cerdas, dan dapat menyampaikan materi dengan baik. Siswa dianggap baik bila cerdas bila selalu mengerjakan PR. Dan kurikulum yang baik yaitu bila sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja saat ini.
Ada hal yang sangat vital dan urgen yang menjadi dasar seseorang baik tapi lupa kita masukkan dalam kepentingan pendidikan. Yaitu tingkah laku dan karakter yang harus di miliki peserta didik, kurikulum yang mengarah kepada pembangunan mental dan jiwa keseluruhan.
Hal yang pertama yang perlu di perbaiki yaitu perbaikan guru, guru yang menurut filosofi orang jawa yaitu orang yang di gugu dan di tiru ( ditaati dan dicontoh), harus di kembalikan kepada fungsi dan perannya yaitu mengajar untuk mencetak manusia yang berakhlak dan berkarakter hal ini hanya bisa terlaksana hanya bila guru memurnikan tujuan bukan hanya untuk materi tetapi untuk mencetak manusia-manusia yang baik. Dalam hal ini guru harus memperbaiki dulu akhlaknya dalam hal ini kejujuran, kesederhanaan dan tingkah laku sehari-hari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar